Sepertinya postingan ini rada telat buat di post. Tapi
seperti kata pepatah “better late than never”, jadi lebih baik cerita ini di
share ketimbang nangkring di pikiran aku sendiri. (*parahnya kalo aku amnesia
ntar, haha lebay)
Cerita ini dimulai dari kota Padang, tempat aku bermukim semasa
kuliah. Waktu itu aku juga ngambil kerja sambilan sebagai salah seorang tenaga
pengajar di salah satu tempat les dekat rumah. Aku masih ingat, hari itu adalah
hari Kamis, ngajar sampe sore. Mama, bersama anggota kelompok arisannya
berencana mengadakan semacam tour ke Jakarta selama 5 hari. Sore itu mama
telfon aku, nyuruh ikut berangkat ke Jakarta untuk menggantikan salah satu
anggota arisan yang tidak jadi ikut karena alas an mendadak. Awalnya sempat
ragu karena aku punya kelas lain yang harus diajar untuk keesokan harinya. Tapi
mama tetep maksa dengan alibi kalo tiket tersebut dibatalkan, biaya tiket yang
dipulangkan hanya 50%. Jadilah di sore menjelang maghrib itu aku mohon ijin ke
bos yang punya les buat pergi. Dan Alhamdulillah ya, ternyata diijinin. Masih rada
ga percaya BESOK akan pergi, karena sampe sore belum ada keputusan pasti. Akhirnya
kubulatkan tekad dengan membaca BASMALAH, aku mutusin buat pergi. You know what;
I’ve never take any plane as long as my life. So this my first time. *norak :D
Pagipun kutunggu dengan pengharapan dan penuh sukacita. Aku dah
nyampe di tempat Tranex (red: semacam Damri ke Bandara Internasional Minangkabau)
pada jam 10 pagi. And this is the fact, tranex-nya baru aja pergi jam 9 tadi.
BARUSAN. And the worst is the next trip will be come on 12. Panik setengah mati,
karena harus check-in jam 11 ntar. Beruntung, ibuk-ibuk yang jualan makanan dan
minuman kecil disana punya ojek dadakan dan beliau mau ngantar aku sampai
bandara. Akhirnya dengan membawa tas jinjingan yang berisi pakaian-pakaian aku
melaju setelah menyepakati harga dengan si ibu (ya, walaupun 2X lipat dari
tiket tranex biasa, tak apalah yang penting sampai). Satu lagi yang bikin aku panik,
ternyata motor si ibu mati pajak. Astaga, gimana ni kalo ada razia ditengah
jalan dan aku ga dibolehin pergi sebelum semua selesai. Bisa mampus. Tapi thanks
God, Tuhan masih sayang. Setelah nempuh perjalanan 45 menit, nyampe jg di
bandara dengan sehat wal afiat. Masih ada waktu untuk nunggu rombongan ibu-ibu
yang berangkat dari Bukittinggi. Rada kaget juga pas semua nyampe di bandara,
GA ADA yang seumuran aku. Semua ibu-ibu yang udah pada berumur. Sempat mikir
pasti kalo aku ngomong, ga ada yang bakal nyambung. Tapi ada hikmahnya kok, aku
kan bisa jadi wonder woman yang ngelindungin mereka semua yang udah aku anggap
seperti orang tua aku snediri. Haha..
DAY 1
Penerbangan pertamaku ternyata berjalan aman dan lancar *aku
ga menderita mabuk udara. Sampe di bandara Soeta a.k.a Soekarno-Hatta, aku yang
norak langsung foto-fotoin pesawat (haha, harap maklum yaa)
 |
| Bandara Soekarno Hatta |
Rombongan dijemput dan diantar ke penginapan yang dimiliki
oleh seorang warga Kurai yang sukses membangun karir di kota Jakarta. Beliau adalah seorang Pengacara,
Darbi SH namanya. Orangnya jangan ditanya baiknya, baiknya selangiiiit.
Subhanallah, ternyata ada ya orang kaya gitu. Beliau beserta istri ramah sekali
menyambut kami. Alhasil, setelah dijamu makan malam, hari tersebut ditutup
dengan kesepakatan rencana untuk ke Taman Safari Bogor esok. Yeeeeyyyy…
 |
| tamu beserta tuan rumah |
DAY 2
Paginya, kami dijemput mega bus, bus yang sangat besar dengan
kapasitas 50 orang, padahal kami hanya rombongan yang berjumlah kurang dari 20
orang. Haha.
Ternyata Taman Safari Bogor beda dengan Kebun Binatang di
Bukittinggi. Kalo di Bukittinggi, biasanya hewan yang dikerangkeng dan kita
yang bebas berkeliaran, nah kalo di Taman Safari kita yang di dalam bus dan
hewan2 yang bebas berkeliaran.
 |
| mother and me :D |
 |
| hewan-hewani yang tertangkap kamera |
 |
| Welcome to Taman Safari Indonesia |
DAY 3
Pertemuan warga Kurai yang ada di Jakarta. Yang tua-tua pada
ketawa, aku ga da temennya. Maklumlah sekali-sekali ketemu.
Habis pertemuan, kami menuju kawasan Monas yang terkenal
sebagai icon Jakarta. Tapi sayang, belum kesampaian untuk naik ke puncak Monas
karena rame gillak ciint.. :D
 |
| Monumen Nasional, Jakarta |
Habis dari monas, kami ke mesjid Kubah Emas di area Depok. Kami
menunaikan shalat magrib disana. Hanya satu kata, Subhanallah. :’)
 |
| Mesjid Kubah Emas, Depok |
DAY 4
Ke Banduuunnnggg… Setelah nyampe Bandung dan di tampung lagi
di rumah nya Bapak Baik Hati, kami ga kemana-mana karena capek. -_____-
DAY 5
Destination pertama adalah Gunung Tangkuban Perahu di
Subang, Jawa Barat. Dingiin banget dan kental bau belerang.
 |
| Gunung Tangkuban Perahu, Subang Jawa Barat |
Hari itu ditutup dengan ke pusat oleh-oleh di Kota Bandung, Dago dan Cibaduyut. Puassss banget. Hari itu juga langsung balik ke Jakarta.
DAY 6
Pulang ke Padang.
haha.. sekian perjalanan aku ke Jakarta dan Bandung. setidaknya kalo ditanya udah pernah naik pesawat, aku akan jawab pernah.. :D